• Minggu, 29 Januari 2023

Kenapa Tanggal 25 November Diperingati Hari Guru Nasional ? Ini Sejarahnya

- Jumat, 25 November 2022 | 10:33 WIB
Selamat Hari Guru Nasional 2022 (freepik.com)
Selamat Hari Guru Nasional 2022 (freepik.com)

CirebonTimes.com - Setiap tanggal 25 November di Indonesia diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hari guru ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan untuk para pahlawan tanpa tanda jasa. 

Mengapa tanggal 25 November dipilih untuk memperingati Hari Guru Nasional? Berikut sejarah Hari Guru Nasional.

Baca Juga: Hindari Penumpukan Pembuatan KTP Jelang Pemilu, Disdukcapil Kota Cirebon Percepat Perekaman Warga 16 Tahun

Dibentuknya PGHB

Dilansir dari laman Ujione.id, Hari guru dilatarbelakangi oleh lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dulunya bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912 dan menjadi wadah bagi perjuangan para guru. PGHB sendiri dibentuk untuk memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki latar pendidikan berbeda-beda. Organisasi PGHB banyak berisikan guru-guru pribumi mengajar di Sekolah Rakyat Angka dua dan di Sekolah Desa.

Baca Juga: Kenalkan Islam Di Piala Dunia, Begini Cara Pemerintah Qatar Melakukannya

Anggota dari PGHB ini terdiri dari guru bantu, guru desa, Kepala sekolah, serta pemilik sekolah. Pada tahun 1932, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pada saat Indonesia diduduki oleh Jepang, segala bentuk organisasi dilarang, sekolah ditutup, termasuk PGI sehingga tidak dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Cetak Gol Tunggal Kemenangan Swiss, Breel Embolo Taklukkan Negara Kelahirannya

Meski begitu, semangat kebangsaan guru-guru Indonesia tidak pernah pudar meskipun bekerja dibawah pemerintahan Jepang. Untungnya Jepang mempercayai bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk kemajuan dan pembangunan bangsa. Pendidikan yang baik dilahirkan dari guru yang baik pula maka dari itu Jepang sangat menghormati guru. Guru dan dokter mendapat panggilan kehormatan “Sensei” yang berarti “mula-mula hidup” atau “orang yang tertua”.

Baca Juga: 2 Bekas Ajudan Ferdy Sambo Kembali Mangkir di Sidang Terdakwa HK dan AN, Hakim Minta JPU Panggil Paksa

Halaman:

Editor: Mahbullah

Artikel Terkait

Terkini

X