96 Anak di Maluku Utara Terpapar Covid-19, Dianjurkan Sekolah Tetap Daring

Home / Berita / 96 Anak di Maluku Utara Terpapar Covid-19, Dianjurkan Sekolah Tetap Daring
96 Anak di Maluku Utara Terpapar Covid-19, Dianjurkan Sekolah Tetap Daring Ilustrasi anak. (Foto: Shutterstock/L Julia)

TIMESCIREBON, TERNATE – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Utara (Malut) mencatat terdapat 96 anak atau sekitar 5,7 persen dari total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 adalah anak-anak. Hal itu diungkapkan Jubir Covid-19 Malut menanggapi rencana Pemda membuka sekolah tatap muka.

“Usia terbanyak kasus anak ini berada pada usia 6 sampai 17 tahun. Artinya pada usia sekolah,” ungkap Ketua IDI Wilayah Malut ini pada press conference di Sahid Bela Hotel, Selasa (11/8/2020) malam.

Menurutnya kasus anak yang positif virus corona tidak hanya di Maluku Utara, melainkan secara nasional juga masih cukup tinggi. Sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak setuju dengan rencana pemerintah mengaktifkan kembali sekolah tatap muka.

“IDAI sudah mengeluarkan surat bahwa ada beberapa pertimbangan sehingga menganjurkan tetap dengan daring,” ujarnya. 

Meski begitu, diakui banyak keluhan dari orangtua terkait penerapan sekolah secara online, baik itu kerepotan mengontrol anak saat belajar hingga biaya pulsa untuk paket data yang cukup berat. Namun, yang paling dikhawatirkan hal terburuk adalah kematian yang akan menimpa anak jika terpapar Covid-19.

Seperti yang dialami oleh salah satu bayi di Kota Tidore Kepulauan. Di usia dua bulan, ia meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

Alwia menuturkan, bayi tersebut mengalami gangguan kelainan kongenital atau kelainan yang dibawa sejak lahir, kondisi itu diduga menurunkan imunitas tubuh sehingga terjangkit Covid-19.

Menghindari peningkatan kasus Covid-19 pada anak-anak, Ketua IDI Wilayah Malut ini meminta IDI kabupaten/kota dengan melibatkan dokter anak agar mengadvokasi kepala daerah agar mempertimbangkan sekolah tatap muka.

Selain itu, Alwia Assagaf juga mengungkapkan perkembangan terbaru kasus Covid-19 per 11 Agustus 2020. Terdapat penambahan kasus baru berdasarkan hasil pemeriksaan specimen di laboratorium PCR RSUD Cahsan Boesorie Ternate 6 orang dan TCM RSUD Cahsan Boesorie Ternate 5 orang.

Kasus baru tersebut 6 orang berasal dari Morotai, 4 orang dari Kota Tidore kepulauan, dan 1 orang dari Halmahera Selatan.

“Dengan demikian jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi Maluku Utara sampai hari ini menjadi 1691 orang,” pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com